Orang tua selama bekerja di perkebunan

Sebagai seorang anak muda bukan dengan latar belakang pendidikan Pertanian atau Agronomi berkarir di perkebunan kelapa sawit tidak pernah ada dalam benak selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Seketika semuanya berubah ketika, suatu hari datang tawaran untuk mengikuti test untuk menjadi bagian dari perusahaan perkebunan terbesar di negeri ini. Singkat cerita, setelah lulus test, diterima bekerja, mengikuti training selama 6 bulan di pulau Sumatera, sampai akhirnya ditempatkan kembali di provinsi asal. Disinilah cerita itu bermula, cerita selama kurang lebih 4 tahun tinggal di perkebunan yang tidak pernah akan terlupakan.

Ketika pertama kali penempatan, sesuai dengan keputusan management local saat ini, untuk tempat tinggal diaturkan 1 unit rumah staff yang nantinya ditempat bersama seorang KanitPAM kebun. Ketika pertama kali menghuni rumah tersebut, ada kesan pertama yang membekan hingga hari ini, yakni disiplin waktu dan kebersihan dari pak KanitPAM. Saya memanggilnya dengan sebutan Pak De (sesuai panggilan dari yang muda kepada yang lebih tua yang digunakan didaerah asal beliau). Untuk menghormati pekerjaan beliau dalam tulisan ini tidak akan dipublikasikan nama aslinya, namun jika dari foto yang ditampilkan bagi orang terdekatnya pasti mengetahui tentang beliau.

Selama tinggal di areal perkebunan kelapa sawit kurang lebih 4 tahun, saya dan pak de pernah berada di kebun yang sama selama 2 tahun 1 bulan di dua kebun yang berbeda. Pada periode tersebut banyak hal yang dipelajari dari beliau, mulai dari profesionalitas bekerja, ketegasan, komitmen, sampai dengan saya menyadari beliau juga bersedia berdiskusi dan menerima masukan walaupun memiliki kemampuan dan pengalaman panjang. Banyak nasehat-nasehat yang disampaikan baik secara langsung maupun tersirat dari cerita-ceritanya. Hal ini secara tidak langsung mengingatkan pada kedua orang tua di kampung halaman, dimana dikala merantau masih ada memberikan nasehat/wejangannya seperti menasehati anak sendiri. Ada satu hal yang masih belum dapat saya dipenuhi hingga saat ini, beliau mengatakan “mainlah ke Jogja, sekalian pas saya cuti, jdi bisa sekalian mengantar untuk jalan-jalan”.

Sampai dengan hari ini beliau masih bekerja di perkebunan kelapa sawit sebagai seorang KanitPAM kebun. Sehat selalu pak de, agar harapan-harapan itu bisa terwujud. Amin.

Masak sendiri untuk mengobati rindu kampung halaman
Mempersiapkan barisan upacara 17 Agustus

Diterbitkan oleh JEJAK MELKY

Blog Review Sehari-hari

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai