Resep Lemang Ketan Tradisional

Bahan : 
– 1 Kg Beras ketan/pulut putih sebanyak 1 kg
– 3 butir kelapa, kemudian diparut dan di ambil santannya
– 1 Siung Bawang Puting
– Garam secukupnya
– Bumbu tambahan lainnya jika ketan akan ditambahkan isian sesuai selera

Alat :
– 3 atau 4 batang buluh bambu dengan ukuran 80 cm
– 3 atau 4 daun pisang muda beserta ruas pelepahnya (menyesuaikan banyaknya buluh bambu).

Langkah:
1. Beras ketan di cuci sampai bersih, kemudian direndam sekitar dua jam
2. Siapkan santan kelapa yang diambil dari perasan kelapa parut menggunakan kain kasa sebanyak  1 liter
3. Haluskan satu siung bawang putih dan aduk ke dalam santan kelapa yang sudah disiapkan. Manfaat bawang putih ini bertujuan untuk membuat wangi dan mengawetkan lemang sehingga tidak cepat basi
4. Tambahkan garam ke santan hingga rasanya sangat tajam
5. Siapkan buluh bambu yang sudah dibersihkan
6. Ambil pelepah pisang, belah dua ujungnya dan jepitkan ke daun pisang muda dan gulung sesuai ketebalan
7. Gunting sisa daun pisang muda, dan daun yang sudah dijepit dengan pelepah dimasukkan ke dalam buluh, lalu rapikan dengan menepuk-nepuk buluh bambu
8. Sebelum ketan dimasukan kedalam buluh bambu, campurkan tambahan isian sesuai selera yang sudah disiapkan.
9. Masukkan ketan yang sudah direndam ke dalam buluh bambu yang sudah dilapisi daun pisang muda, jangan terlalu penuh, sisakan bagian atas sekitar 10 cm untuk memberi ruang ketan menggembang serta penutuh buluh bambu tersebut


10. Tuangkan santan kelapa ke dalam buluh bambu hingga merendam semua ketan didalamnya
11. Lakukan hal yang sama pada buluh bambu yang lain hingga ketan habis terpakai
12. Siapkan tempat pembakaran untuk sandaran lemang, dan dibawahnya disiapkan kayu bakar. Tiang pembakaran dapat dibuat dari kayu yang tidak mudah terbakar oleh api
13. Kayu dibakar terlebih dahulu, setelah menghasilan arang agak banyak, sandarkan buluh lemang pada kayu yang sudah disiapkan, bolak-balik buluh lemang agat tidak gosong sebelah. Gunakan kain basah untuk memegang buluh lemang agar tidak kepanasan.
14. Periksa bagian atas lemang, jika santannya habis, dapat dituangkan kembali hingga ketan matang.
15. Ketan yang dibakar dalam buluh bambu haru di cek kematangannya agar tidak gosong. 
16. Setelah matang, angkat dan pindahkan dari tungku pembakaran. 
17. Setelah dinginkan, lemang kemudian dibelah, dipotong-potong, dan disajikan.
18. Lemang ketang tradisional dapat bertahan selama 2-3 hari.

Lemang Ketan sedang dalam proses pemangangan

penulis : auditor05

Diterbitkan oleh JEJAK MELKY

Blog Review Sehari-hari

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai