
Pernahkah mendengar nama kota Badau di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia? Badau merupakan salah satu dari tiga kota kecamatan di Provinsi ini yang merupakan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, yakni Malaysia. Selain Badau, ada Aruk di kabupaten Sambas dan Entikong di kabupaten Sanggau. Badau menjadi salah satu kecamatan yang berada di wilayah kapupaten Kapuas Hulu. PLBN Badau di resmikan oleh Bpk. Joko Widodo (Presiden RI) pada 16 Maret 2017, pembangunan PLBN ini di harapkan sebagai sarana pendukung untuk menjadikan Kota Badau menjadi pusat ekonomi baru di bagian Utara Kalimantan Barat.
Di Kecamatan Badau dan sekitarnya terdapat perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat, dibandingkan 5 tahun lalu, saat ini semakin berkembang pesat terlihat dari jalan negara yang sudah diperbaiki serta semakin banyaknya pertokoan yang dibangun. Dari Kota Pontianak, Badau berjarak sekitar 550 KM via jalur darat yang dapat ditempuh dalam 13 Jam perjalanan. Untuk mencapai Kota Badau, saat ini tidak lah sesulit 9 tahun lalu yang harus di tempuh via jalur air dengan lama tempuh sekitar 22 Jam.
Saat ini untuk menuju ke Kota Badau dapat ditempuh menggunkan jalur darat dengan jasa transportasi Taxi/Travel dan Bus reguler.
a. Taxi/Travel
– Jam Berangkat : – Pukul 11.00 s/d 13.00, dari Kota Badau
– Pukul 18.00 s/d 21.00, dari Kota Pontianak
– Harga Tiket : Rp 500.000,-
b. Bus Reguler
– Jam Berangkat : – Pukul 09.00 s/d 10.00, dari Kota Badau
(Bus Valenty dan Bus Putra Kembar)
– Pukul 16.00 s/d 17.00, dari Kota Pontianak
(Bus Valenty dan Bus Putra Kembar)
– Harga Tiket : Rp 350.000

ditulis 



Ditulis oleh : auditor5
Hai jejakmelky..
Saya nazma warga bogor yang merantau di badau..
Terimakasih sudah membuat tulisan mengenai badau,semoga bisa membuat org lain yg tinggal d daerah lain bisa tau info perjalanan menuju badau. .
Klo boleh saran,mgkn lain kali buat tulisan lagi ttg badau dgn lebih banyak isi dan lebih detail,sperti gambaran selama d perjalanan sperti apa,perbedaan perjalanan melalui jalur jalan negara dan jalur kebun sawit sepertinya menarik u/ d tulis.. 😊
Sebenar nya banyak hal lain yg menarik d badau,mgkn penulis bs main k badau lagi atau singgah lebih lma di badau agar bisa merasakan tinggal d perbatasan indonesia – malaysia ini.
Semoga bisa menginspirasi ya..
Terimakasih..
SukaSuka
Hallo Nurnazma….
Terima kasih masukannya.
Wahhh sudah lama ya merantau ke badau?
Pada dasarnya tulisan ini hanya ringkas saja. terkait biaya, untuk detailnya akan saya coba tulis di lain waktu.
saya kurang lebih 4 tahunan tinggal di perkebunan kelapa sawit di daerah badau, jadi tau donk apa yang terjadi disana.
Untuk masukannya, akan tetap jadi motivasi kedepannya.
Terima kasih….
SukaSuka